Sabtu, 15 Maret 2014

cerpen berjudul Sasa

heyy blogger aku punya cerpen nih,

                                                                          Sasa

    Sasa sangan sedih ketika orangtuanya harus pergi kerja diluar kota dan tinggal disana, niatnya Sasa  juga akan ikut pindah, dengan kedua orangtuanya tapi nanti setelah dia
beres sekolah dasar, sekarang Sasa tinggal bersama neneknya dan pada waktu itu dia masih kelas IV SD. "pokoknya aku ingin ikut dengan kalian." ujar Sasa yang matanya sudah penuh dengan air yang siap tumpah. "tapi kamu harus bereskan dulu sekolah dasar kamu, baru nanti kamu ikut bersama kami." di kamar Sasa terus menangis dan belum rela kalau ibunya harus berangkat sekarang.

     Dia semakin menangis saat orangtuanya akan menaiki kijang hijau milik mereka, ibunya hanya bisa memberi Sasa pelukan, tapi ibunya berjanji bahwa dia akan pulang satu bulan sekali. Akhirnya Sasa mengerti bahwa dia seharusnya tidak boleh menangisi kedua orangtuanya. Toh, satu bulan sekali mereka akan balik lagi, sasa pun menghapus airmatanya "Bu, maaf, karena aku egois seharusnya aku membiarkan kalian kerja, pada nantinya kan kalian kerja untuk aku, lagipula kan nanti aku akan pindah bersama kalian." Ujar Sasa yang mulai menghapus air matanya. ''Nah, kalau gini kan enak, ibu harus pergi sekarang karena banyak sekali ekerjaan yang belum selesai." Peluk ibunya.
      Mereka mulai menaiki kijang hijau. "Dadah ibu, ayah" lambaian tangan Sasa, dengan mata yang masih merah akibat menangis. ibunya pun membalas lambaian tangan Sasa, Dengan senyuman, begitupula ayah Sasa. mobil pun semakin jauh dan sekarang sudah tak terlihat lagi. Kini Sassa sangan mengerti seharusnya dia tidak boleh egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri. karena semua yang orangtuanya kerjakan itu semua demi Sasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar